Candi Boko, Perpaduan Arsitektur Hindu dan Buddha

2 min read

candi-boko

Candi Boko memiliki arsitektur unik dibandingkan dengan candi-candi yang lainnya. Kawasan candi ini sendiri ada di sebuah bukit dengan ketinggian 195,97 m. Situs candi  Boko sendiri konon bukanlah candi tapi reruntuhan sebuah kerajaan dari ratu baka yang merupakan ayah dari Roro Jonggrang. Situs kraton ini dibangun pada abad 8 masehi oleh wangsa atau dinasti Syailendra yang beragama Buddha tapi kemudian diambil alih oleh kerajaan mataram Hindu. Hal inilah yang kemudian menyebabkan situs kraton ini memiliki perpaduan aksitektur Hindu dan Buddha.

candi-boko

HJ DeGraf adalah arkeolog berkebangsaan Belanda yang pertama kali menemukan situs candi Boko ini pada abad ke 17, disini juga ada prasasti Abhayagiriwihara yang berangka tahun 792 Masehi dan ditulis dengan huruf pranagari. Isi dari prasasti ini adalah sejarah dibalik situs kraton yang dibangun oleh Rakai Panangkaran atau Raja Tejapurnama Panangkarana. Nama sang raja ini juga disebut dalam prasati kalasan, mantyasih dan wanua tengah. Abhayagiriwihara sendiri memiliki arti bangunan di sebuah bukit yang penuh dengan kedamaian.

Gerbang masuk dari candi Boko ini terletak di sisi barat, pintu masuknya sendiri terdiri dari gerbang luar dan gerbang dalam. Gerbang luar terdiri atas 3 gapura paduraksa yang berjajar dari arah utara ke selatan dan berhimpitan ke arah timur. Gapura terbesar yang merupakan gapura utama dengan letak di antara gapura pengapit. Ketiga gapura berada di teras yang tinggi dan harus menaiki dua tangga batu dengan tinggi masing-masing sekitar 2,5 m. Dinding teras sendiri diberikan penguat berupa turap yang dibuat dari susunan batu andesit. Sayangnya, ketiga atap gapura ini tidak ada yang masih utuh dan diketahui bentuk aslinya.

baca juga : Sejarah Candi Mendut

Bagian Candi Boko

  • Candi Batukapur

Lokasi ini berada sekitar 45 m dari gerbang pertama menghadap timur laut. Disini ada fondasi berukuran 5 x 5 m2 yang terbuat dari batu kapur. Dinding dan atap bangunan ini terbuat dari bahan yang mudah rusak seperti kayu, genteng biasa atau sirap.

  • Candi Pembakaran

Bentuk candi ini berupa teras tanah berundak setinggi 3 m. Ditengah pelataran teras ada semacam sumur berbentuk bujur sangkar yang digunakan sebagi tempat pembakaran mayat. Di sebelah tenggara candi pembakaran ada sumur tua yang diyakini dulunya adalah sumber air suci.

  • Paseban

Paseban adalah tempat untuk menghadap raja yang terbuat dari batu andesit.

  • Pendapa

Lahan dengan ukuran panjang 40 m dan lebar 30 m ini dibatasi dengan pagar di sisi utara dan barat. Jalan masuk berupa gapura paduraksa atau gapura beratap ada di sisi selatan pagar. Beberapa tempat di bagian luar dinding memiliki saluran pembuangan air yang disebut jaladwara.

  • Keputren

Keputren dulunya adalah tempat tinggal para putri yang terletak di sebelah timur dari pendapa. Lingkungan keputren sendiri memiliki luas 31 x 8 m dan dibatasi oleh pagar batu setinggi 2 m. Di pintu masuk, ada gapura paduraksa dengan hiasan Kalamakara. Di dalam keputren ada beberapa kolam bundar dan persegi. Sayangnya sebagian besar pagar pada lokasi keputren ini telah banyak yang roboh.

Candi Ratu Boko

Cara Menuju Candi Boko

  • Dari stasiun kereta api

Kendaraan umum untuk menuju candi Boko bisa kita temui stasiun tugu. Dari stasiun tugu kita cukup berjalan kaki menuju halte bis trans Jogja Malioboro 1 dan menaiki bis rute 1A dengan jurusan prambanan. Pilihan lainnya adalah dengan menggunakan ojek berbiaya Rp. 20.000. Kalau dari stasiun lempuyangan maka kita bisa menuju halter fly over lempuyangan untuk menaiki bis trans Jogja. Naiki bis rute 4 A untuk halte prambanan. Sesudahnya kita bisa menaiki ojek.

  • Dari bandara Adisucipto

Dari bandara kita bisa naik bis trans Jogja dari halte Maguwo. Ambil rute timur ke prambanan lalu bisa berpindah menggunakan ojek saat sampai di prambanan.

  • Dengan kendaraan pribadi atau taksi

Temukan candi prambanan maka akan mudah menemukan candi boko karena letaknya yang berada di seberang candi Prambanan.

 

Tiket Masuk Candi Ratu Boko

Tiket masuk ke situs ini terbagi menjadi beberapa tarif. Untuk wisawatan lokal anak akan dikenakan karcis masuk sebesar Rp10.000 sementara wisatawan domestik dewasa akan dikenai tarif Rp. 25.000. Wisatawan asing akan dikenakan tarif USD$13. Tarif tiket sendiri sebenarnya dibagi menjadi 2 yaitu tiket regular dengan harga Rp. 25.000 yang diperuntukkan dari jam buka sampai dengan jam 3 sore. Untuk jam pembelian tiket yang lebih dari jam 3 sore akan dikenakan tiket sunset sebesar Rp. 100.000.

candi boko

Tempat Wisata Sekitar Candi Boko

Di lereng bukit situs candi Boko ada dua buah gua yaitu gua lanang dan wadon. Gua ini adalah lorong persegi dengan relung seperti bilik. Gua wadon memiliki ukuran yang lebih kecil dari gua lanang.

  • Batu Papal

Batu papal adalah tempat yang sangat populer untuk menikmati matahari terbit. Jaraknya yang hanya sekitar 2,1 km dari tebing breksi bisa menjadi alternatif pilihan wisata alam saat berkunjung ke Jogja.

  • Candi Ijo

Berjarak sekitar 1,1 km dari tebing breksi, candi boko ini bisa menjadi spot foto bagi pecinta selfie. Pelataran candi dan paduan latar belakang pemandangan alam bisa menjadi pilihan berfoto yang pas. Selain candi ijo, kita juga bisa mengunjungi Candi Kalasan, Banyunibo dan Barong.

One Reply to “Candi Boko, Perpaduan Arsitektur Hindu dan Buddha”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *