Candi Cetho Karanganyar, Arsitektur Maya dan Inca

2 min read

candi cetho karanganyar

Candi Cetho Karanganyar berlokasi di desa Gumeng, Karanganyar, Jawa Tengah. Candi Cetho Karanganyar adalah candi bercorak hindu yang cukup populer di tanah jawa. Terletak di ketinggian 1400 mdpl, candi ini menyuguhkan pemandangan unik gunung merbabu, lawu, merapi, sumbing dan sindoro. Pembangunan candi Cetho Karanganyar sendiri diperkirakan pada abad ke 15 di masa kerajaan majapahit hindu. Arsitektur candi Cetho Karanganyar berbeda dengan candi majapahit lainnya karena masa pembangunannya yang terjadi di akhir masa kerajaan majapahit. Hal ini memungkinkan arsitektur candi akan banyak dipengaruhi oleh budaya masyarakat sekitar yaitu punden berundak.

candi cetho

Material batu andesit dan relief yang sederhana adalah ciri dari candi Cetho Karanganyar. Arsitektur unik candi ini membuatnya memiliki kemiripan dengan candi atau tempat peribadatan yang dimiliki oleh suku inca di Peru dan Maya di Meksiko. Bahkan patung yang ada di candi Cetho Karanganyar juga tidak memiliki kemiripan dengan orang jawa melainkan mirip dengan orang berbangsa Sumeria ataupun Romawi. Keunikan ini sendiri akhirnya menimbulkan perdebatan di kalangan sejarawan tentang asal-usul pembangunan candi Cetho Karanganyar.

baca juga : Candi Hindu Buddha > Candi Boko

Perbedaan arsitektur candi Cetho Karanganyar

Candi majapahit umumnya dibuat dengan menggunakan batu bata merah sementara candi Cetho Karanganyar justru menggunakan batu andhesit. Relief yang ada di candi ini juga bisa dibilang lebih sederhana dibandingkan dengan candi majapahit umumnya yang cenderung lebih kompleks dan juga detil. Sebenarnya candi ini memiliki 14 buah teras berundak tapi sayangnya sekarang hanya tersisa 13 teras. Setelah pemugaran bahkan hanya tersisa 9 teras.

candi cetho karanganyar

Bagian arsitektur candi Cetho Karanganyar terdiri atas beberapa bagian yaitu teras 1 yang lebih terlihat seperti halaman dengan hiasan 12 arca batu yang disebut Nyai Gemang Arum. Di teras ini ada gapura besar yang serupa dengan candi Bentar, pendopo tanpa dinding dan alas batu untuk meletakkan sesaji. Teras 2 akan membawa kita kepada 2 arca Nyai Agni dan hamparan batuan dengan sususan yang menyerupai gambar burung garuda dengan sayap yang terbentang. Burung garuda dipilih karena menrupakan kendaraan dewa Wisnu dalam kepercayaan hindu.

Teras yang ketiga ada meja batu untuk sesaji sementara di teras ke 5 ada arca bima.Tangga yang diapit patung ganesha akan bisa kita temukan di teras 7 sementara di teras 8 akan ada relief angka tahun pembangunan candi dengan aksara jawa kuno. Teras yang ke 9 ada patung Sabdapalon dan Nayagenggong. Hingga saat ini, candi Cetho Karanganyar masih digunakan untuk beribadah bagi masyarakat hindu ataupun kejawen yang tinggal di sekitarnya.

 

Rute ke candi Cetho Karanganyar

Akan dibutuhkan waktu sekitar 2 jam dari pusat kota Solo untuk mencapai candi ini. Pertama-tama, kita akan mewati kebun teh kemuning Ngargoyoso dengan hamparan persawahan, kebun teh dan indahnya pegunungan. Candi Cetho Karanganyar sendiri berdekatan dengan candi sukuh yang sama-sama dibangun pada abad ke -15. Sebelum mendaki gunung lawu biasanya akan menuju candi cetho terlebih dahulu untuk melakukan ritual. Kendaraan pribadi akan sangat disarankan mengingat di dekat candi Cetho Karanganyar tidak tersedia angkutan umum lain selain ojeg.

  • Menggunakan kendaraan pribadi

Ambil jalur semarang menuju solo atau bisa juga menempuh jalan alternatif Bekonang. Saat sampai di kota, lewati terminal karang pandan lalu lajukan kendaraan lurus sampai menemukan gapura besar dengan tulisan kawasan wisata sukuh cetho. Masuk menuju kemuning lalu ikuti papan penunjuk arah yang ada.

  • Menggunakan kendaraan umum

Gunakan becak atau ojek dari stasiun balapan menuju terminal tirtonadi. Naik bis besar jurusan solo-tawangmangu lalu turun di terminal karang pandan. Ingatlah untuk menaiki bis kecil jurusan karang pandan-kemuning baru turun di pertigaan nglorog. Cari ojek dan tempuh medan menanjak lebih kurang 12 km.

candi cetho solo

Tarif tiket masuk Candi Cetho

Tarif masuk candi ini adalah 7 ribu untuk wisatwan domestik dan 25 ribu untuk wisatawan asing.

 

Obyek wisata di sekitar candi Cetho

  • Kebun Teh Kemuning

Kebun teh di kaki gunung lawu ini menyajikan pemandangan indah khas perkebunan teh di lereng gunung dengan suhu sekitar 21,5 derajat celcius. Obyek wisata ini dibuka setiap hari mulai pukul 6 pagi sampai dengan 6 sore. Asyiknya, masuk ke perkebunan teh ini tidak akan dikenakan biaya. Salah satu tempat yang wajib dikunjungi saat ke tempat ini adalah rumah teh ndoro donker yang merupakan kafe dengan sajian beragam varian teh.

  • Kali Pucung

Di lokasi wisata yang satu ini, kita bisa menikmati beragam permainan dan olahraga yang menantang antara lain berenang, berkuda, paint ball, river tubing, flying fox  dan lainnya.

  • Air terjun Jumog

Air terjun ini memiliki tinggi kurang lebih 30 meter. Dari tempat parkir, pengunjung tinggal berjalan sejauh 400 meter dan menaiki 116 anak tangga. Meski lumayan menguras tenaga tapi pemandangan yang menanti di puncak sangatlah indah sehingga lokasi air terjun ini kerap dijuluki sebagai surga yang hilang oleh penduduk sekitar.

  • Candi Sukuh

Candi ini kerap dikenal erotis kaena memiliki arca serta relief yang lumayan vulgar. Meski demikian, candi Hindu ini hingga kini masih digunakan sebagai tempat beribadah. Suasana sekitar candi yang sejuk membuat kita betah tinggal lama sambil bersantai di taman candi.

  • Taman Hutan Raya

Taman hutan raya terletak 500 meter dari candi sukuh. Selan keindahan taman, kita juga bisa menemukan berbagai lokasi wisata lain di dalamnya seperti air terjun parang ijo, situs watu bulus serta kandang rusa.

  • Cemoro Sewu

Sesuai namanya, lokasi wisata yang satu ini terdiri dari hamparan pohon cemara yang sejuk. Sebagai salah jalur pendakian yang cukup terkenal di gunung lawu, cemoro sewu memiliki keindahan alam yang memukau mata.

One Reply to “Candi Cetho Karanganyar, Arsitektur Maya dan Inca”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *