Candi Dieng, Kemegahan Negeri Para Dewa

3 min read

gambar candi dieng

Candi Dieng adalah sebuah situs kuno yang berisi sekumpulan candi peninggalan umat Hindu. Candi ini sendiri dibangun pada akhir abad ke 8 sehingga bisa dibilang komplek percandian ini adalah candi tertua di tanah Jawa. Terletak di kaki pegunungan Dieng, Wonosobo dan ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut maka pastinya udara yang sejuk dan suasana yang tenang akan bisa langsung kita rasakan saat berkunjung kesana. Candi Dieng dibangun pada masa pemerintahan raja-raja dari wangsa Sanjaya.Untuk pembangunannya sendiri diperkirakan terbagi atas dua bagian.

candi dieng

Tahapan pembangunan yang pertama adalah pembangunan candi Arjuna, candi Semar, candi Srikandi dan candi Gatutkaca. Sedangkan tahap yang kedua merupakan kelanjutan dari tahap yang berikutnya. Di candi Dieng ini juga ada prasasti dengan tulisan jawa kuno yang berangka tahun 808 Masehi dan arca Syiwa. Candi ini memiliki sebutan ‘negeri para dewa’ karena menurut kisahnya memiliki hampir 400 candi. Sayangnya, kompleks candi ini banyak yang tak tersisa karena termakan usia sehingga hilang tak berjejak.

Pada tahun 1814, seorang tentara Inggris akhirnya menemukan situs kompleks candi ini saat sedang berwisata ke Dieng. Sang tentara kebetulan melihat adanya sekumpulan candi yang tengah terendam dalam air telaga.Baru pada tahun 1956 dilakukan pengeringan air telaga di bawah kepemimpinan Van Kinsbergen. Setelah Van Kinsbergen mengambil dokumentasi berupa foto maka datang bantuan dari pemerintah Hindia Belanda untuk melakukan pembersihan candi.

baca juga : Candi Singosari, bukti kejayaan Ken Arok

 

Sejarah Penamaan Candi

Candi-candi yang berada di komplek candi Dieng ini memiliki nama yang disesuaikan dengan yang ada dalam Kitab Mahabarata. Kompleks seluas 1,8 x 0,8 km ini dibagi dalam 4 kelompok dan satu candi yang berdiri sendiri. 4 kelompok candi ini adalah candi Arjuna, candi Gatotkaca, candi Dwarawati dan candi Magersari.Sementara satu candi yang berdiri sendiri adalah candi Bima.Secara umum, candi-candi memiliki kesamaan yaitu berbentuk bujur sangkar dan memiliki 3 bagian yaitu kaki, tubuh dan atap.

Kelompok Candi Arjuna berada di tengah Kompleks Candi Dieng dan terdiri dari empat candi yang berderet dari utara ke selatan. Urutan nama candi dari yang paling utara adalah Candi Puntadewa, Candi Sembadra, Candi Srikandi, dan yang paling selatan adalah Candi Arjuna. Tepat di depan Candi Arjuna terdapat sebuah candi bernama Candi Semar. Keempat candi di kelompok ini menghadap ke barat.

  • Kelompok candi Arjuna

Kelompok candi ini memiliki bangunan yang tergolong lebih utuh dibanding yang lainnya.Oleh karena itu, lokasi inilah yang masih digunakan untuk melaksanakan upacara Galungan oleh umat Hindu. Tidak hanya itu, kompleks yang satu ini juga menjadi lokasi rutin event Dieng Culture Festival yang diselenggarakan setiap tahun.

  • Kelompok candi Gatotkaca

Disini ada 5 candi yaitu candi Gatotkaca, candi Setyaki, candi Nakula, candi Sadewa, candi Petruk dan candi Gareng. Candi Gatotkaca sendiri bisa dibilang yang masih utuh bangunannya dibandingkan dengan yang lainnya. Meski demikian, puncak candi Gatotkaca juga sudah hancur dan kehilangan bentuk aslinya.

gambar candi dieng

  • Kelompok candi Dwarawati

Sama halnya dengan kelompok candi sebelumnya, di kelompok yang ketiga ini juga ada 4 candi yaitu candi Dwarawati, candi Abiyasa, candi Pandu dan candi Margasari. Bentuk dari candi Dwarawati sendiri bahkan juga memiliki kemiripan dengan candi Gatotkaca.

  • Kelompok candi Magersari

Kelompok candi ini adalah sisa dari bangunan tempat tinggal di sekitar kompleks candi Arjuna.

  • Candi Bima

Candi yang berdiri sendiri ini terpisah dari candi-candi lainnya. Tidak hanya lokasinya yang menyendiri di atas bukit, candi Bima juga memiliki arsitektur yang berbeda karena memiliki kemiripan dengan bangunan candi yang ada di India.

 

Rute menuju candi Dieng

Kita bisa menuju candi Dieng dengan menempuh 2 macam rute yaitu dari Wonosobo dan Banjarnegara. Meski bisa ditempuh melalui dua rute namun kebanyakan pengunjung akan lebih memilih rute Wonosobo karena kondisi jalan yang lebih baik dibandingkan dengan jika mengambil rute Banjarnegara. Jika ingin pergi kesana dengan menggunakan kendaraan pribadi maka rute awalnya adalah dengan mencari alun-alun kota Wonosobo terlebih dahulu. Sesampainya di alun-alun maka kita bisa mencari jalan dieng dan mengikuti jalan ini ke arah utara sampai menemui pintu masuk candi yang berada tepat di sisi kiri jalan.

Jika ingin mencapai lokasi candi Dieng dari arah Jogja maka kita bisa menempuh rute Tempel – Magelang – Secang – Temanggung – Parakan – Wonosobo – Garung – Kejajar – Dieng. Waktu yang diperlukan adalah kira-kira 3 sampai dengan 4 jam.

 

Tiket masuk wisata candi Dieng

Setiap pengunjung yang ingin memasuki lokasi candi akan dikenakan tarif sebesar 10 ribu per orang. Biaya yang kita keluarkan untuk tiket masuk ini juga sudah termasuk tiket masuk lokasi wisata kawah sikidang. Sementara untuk biaya parkirnya bervariasi tapi dalam kisaran antara 2 sampai dengan 5 ribu.

sejarah Candi dieng

Lokasi wisata di sekitar candi

  • Telaga Warna

Sebagai landmark dari Dieng Wonosobo, keberadaan telaga ini terbilang cukup popular. Nama dari telaga ini sendiri diambil berdasarkan adanya warna yang berbeda-beda di telaga ini.Berdasarkan legenda, perbedaan warna ini karena cerita ada cincin milik bangsawan dulu yang terjatuh ke dalam telaga. Meski demikian, penjelasan menurut sisi ilmiah adalah adanya pembiasan warna pada endapan belerang di dasar telaga sehingga menimbulkan perbedaan warna.

  • Bukit Sikunir

Bukir ini sangat popular sebagai spot yang pas untuk memburu keindahan matahari terbit. Sesuai dengan letaknya yang berada di desa Sembungan yang merupakan desa tertinggi di Jawa Tengah maka tidak heran jika pemandangan kala matahari terbit akan sangat berbeda di tempat ini.

  • Sumur Jalatunda

Berjarak sekitar 12 km di sebelah barat lokasi wisata Dieng, sumur yang sebenarnya adalah ceruk rekahan kawah yang akhirnya digenangi oleh air.

Selain obyek wisata yang telah disebutkan di atas maka kita juga bisa mengunjungi beberapa lokasi kawah yang indah antara lain kawah sikidang, kawah candradimuka dan kawah sileri.

One Reply to “Candi Dieng, Kemegahan Negeri Para Dewa”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *