Candi Kalasan, Wujud Perpaduan 2 Agama

3 min read

candi kalasan

Candi Kalasan memiliki nama lain yaitu candi Kalibening. Candi Kalasan terletak di desa Kalasan, Kab. Sleman, Yogyakarta. Dari pusat kota, kita bisa menemukan candi ini sekitar 16 km arah timur. Candi Kalasan sendiri adalah candi yang bercorak Budha. Meski demikian, candi ini memiliki paduan corak dua agama yaitu Hindu dan Budha. Walaupun memiliki perpaduan dua agama, candi ini memiliki ciri yang khas seperti halnya candi Budha lain yang berada di Jawa Tengah. Sejarah pembangunan candi Kalasan bisa kita temukan dalam prasasti Kalasan yang ditemukan tidak jauh dari lokasi penemuan candi.

candi kalasan

Prasasti Kalasan ditulis pada 700 tahun Saka atau 778 Masehi dengan bahasa Sansekerta dan huruf Pranagari. Dari prasasti inilah kita bisa mengetahui bahwa para pemuka agama di masa pemerintahan wangsa Syailendra yang menasehati agar Maharaja Tejapurnama Panangkarana atau yang biasa disebut Rakai Panangkaran untuk membangun tempat pemujaan bagi Dewi Tara. Raja ini adalah putra Raja Sanjaya dari kerajaan Hindu Mataram. Menurut sejarahnya, kawasan utara Jawa Tengah dikuasai oleh raja wangsa Sanjaya yang beragama Hindu sementara di bagian selatan Jawa Tengah dikuasai oleh raja dari wangsa Syailendra yang beragama Hindu.

Meski memiliki perbedaan agama yang dianut dan juga sama-sama mempunyai wilayah kekuasaan yang tersebar di tanah Jawa Tengah namun kedua wangsa ini akhirnya bisa disatukan. Penyatuan ini berlangsung lewat perkawinan antara Rakai Pikatan dari wangsa Sanjaya yang dengan putri Maharaja Samaratungga yang beranama Pramodawardhani. Semula, patung dewi Tara didirikan di candi Kalasan meski sekarang sudah tidak ada. Candi Kalasan bahkan masih aktif digunakan oleh umat Budha untuk melakukan pemujaan terutama dari aliran Budha Tantrayana.

baca juga : Candi Penataran, Saksi Sumpah Palapa

 

Keunikan Candi Kalasan

Disini kita akan bisa menemui pahatan bermotif Kala di bagian atas pintu sedangkan di bagian kanan dan kiri dihiasi relief dewa dalam posisi berdiri dan memegang teratai. Tidak hanya itu, di bagian atas tubuh candi Kalasan terdapat kubus yang menjadi cerminan dari puncak Meru dengan 52 stupa di sekelilingnya. Antara tubuh candi dan area atap ada hiasan berwujud makhluk kerdil yang disebut dengan nama Gana. Atap candi sendiri berbentuk segi delapan dengan dua tingkat.Tingkatan yang pertama ada relung yang berisi arca Budha Manusi Budha.

Tingkatan atap yang kedua memiliki relung arca Dhayani Budha.Ruangan utama candi berada persis di tengah candi dengan bentuk bujur sangkar dengan pintu masuk di sebelah sisi timur. Disini kita akan menemukan susunan batu bertingkat yang dahulu dipergunakan untuk meletakkan patung Dewi Tara berbahan perunggu dengan tinggi 6  m. Di belakang patung dewi ini ada altar pemujaan sang dewi. Keberadaan relief dan susunan candi seperti inilah yang membuat para ilmuwan meyakini bahwa candi Kalasan adalah tempat suci untuk memuja Dewi Tara bagi penganut agama Budha.

Keunikan lainnya dari candi ini yang membedakannya dari candi lainnya di kawasan Jawa Tengah adalah adanya lapisan Bajralepa. Bajralepa ini terbuat dari jenis tanaman tertentu yang ada di masa itu. Lapisan ini adalah semacam semen kuno yang melapisi dinding bagian luar candi.Tidak hanya berguna untuk melindungi dinding candi dari lumut dan jamur tapi juga membuat relief menjadi lebih halus dan candi terlihat berwarna keemasan.

 

Bagian Candi 

Bangunan candi memiliki bentuk dasar bujur sangkar dan memiliki ukuran yang sama di setiap sisinya yaitu 45 meter. Ketinggian bangunan candi sendiri adalah 34 meter. Candi Kalasan dibagi menjadi 3 bagian yaitu kaki candi, tubuh candi dan atap candi. Berikut ini adalah penjelasan detil mengenai bagian-bagian candi:

  • Kaki Candi

Kaki candi terdiri dari sebuah batu lebar dengan bentuk bujur sangkar yang mana bagian tengahnya terdapat tangga berhias makara di sisi ujungnya. Di lokasi ini  kita akan dengan mudah menemukan hiasan sulur-suluran yang terjulur dari sebuah pot terpahat. Pot berhias ini dengan mudah bisa kita temukan di sekeliling kaki candi.

  • Tubuh Candi

Tubuh candi menjorok keluar di sisi tengahnya sedangkan di permukaan luarnya memiliki relung-relung berhiaskan perwujudan dewa. Di bagian tenggara ada suatu bilik yang terdapat singgasana dengan hiasan motif singa yang tengah berdiri di atas punggung gajah. Untuk memasuki area ini, kita bisa melalui sisi penampil sebelah timur.

  • Atap Candi

Atap dari candi Kalasan berbentuk persegi delapan dan terdiri dari dua tingkat. Tingkatan yang pertama ada sebuah arca dengan lukisan manusia Budha. Sedangkan arca Yani Budha bisa kita temukan di tingkatan yang kedua. Di bagian puncak candi ada lambang Kemuncak Semeru yang memiliki bentuk bujur sangkar dengan hiasan stupa. Selain hiasan berupa stupa, ada juga hiasan makhluk kahyangan dengan tubuh kerdil bernama Gana pada daerah perbatasan antara wilayah tubuh dan atap candi.

Keindahan lainnya dari candi Kalasan adalah relief menarik di bagian permukaan candi. Ada berbagai macam pahatan antara lain pohon dewata dan awan. Tidak hanya itu, ada juga pahatan penghuni kahyangan yang sedang memainan alat bunyi-bunyian seperti rebab, kerang dan camara. Relief tumbuhan yang indah seperti dedaunan, sulur dan juga kuncup bunga juga mudah ditemukan di candi ini.

rute candi kalasan

Rute Menuju Candi 

Candi ini bisa dicapai dengan mudah saat kita memulai perjalanan dari Yogyakarta. Berangkat dari Yogya, kita tinggal melewati jalan Solo maka akan bisa menemukan bangunan candi ini di sebelah kanan jalan. Tapi jika menggunakan kendaraan umum maka tinggal mengambil kendaraan dengan rute Jogja – Prambanan lalu kemudian turun di dekat RS Prambanan. Sesampainya disini, kita tinggal berjalan ke arah Selatan sekiatr 50 meter.

 

Harga Tiket Masuk Candi Kalasan

Harga tiket masuk kawasan candi Kalasan ini terbilang cukup terjangkau karena setiap pengunjung yang datang hanya dikenakan biaya sebesar Rp. 5000 per orang.

 

Obyek Wisata Sekitar

Selain mengunjungi kompleks candi Kalasan, kita bisa mengunjungi beberapa tempat wisata di sekitarnya antara lain candi Sari yang hanya berjarak 500 di sisi timur laut.  Selain itu, kita juga bisa mengunjungi kompleks candi yang tak kalah megah lainnya seperti Prambanan.

One Reply to “Candi Kalasan, Wujud Perpaduan 2 Agama”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *