Candi Penataran, Saksi Sumpah Palapa

2 min read

candi penataran Blitar

Candi Penataran  memiliki nama asli candi Palah. Nama Palah sendiri didapat dari isi prasasti Palah. Candi ini dibangun pada tahun 1194 oleh raja yang berkuasa di masa itu dengan nama raja Syrenggra atau bergelar Sri Maharaja Sarweqwara Triwikamawataranindita Srengalancana Digwijayottunggadewa. Sang raja memerintah Kediri pada tahun 1190 sampai dengan 1200. Candi Penataran sendiri dikenal sebagai tempat pemujaan untuk menghindari bahaya akibat seringnya Gunung Kelud mengeluarkan letusan.

candi penataran Blitar

Kitab Negarakertagama sendiri yang ditulis oleh Mpu Prapanca bahkan menceritakan perjalanan Raja Hayam Wuruk ke candi Penataran. Sri raja Hayam Wuruk memerintah Majapahit pada masa tahun 1350 sampai dengan 1389. Beliau melakukan perjalanan ke candi Palah untuk melakukan pemujaan terhadap dewa Siwa yang berperan sebagai Giri Indra atau sang penguasa gunung. Adanya persamaan nama Ken Arok yang memiliki gelar Girindra atau Girinatha membuat banyak ilmuwan menduga bahwa candi ini adalah tempat perabuan Ken Arok yang terkenal.

Girindra sendiri adalah nama dari salah satu wangsa keturunan Ken Arok selain wangsa Wardhana dan Rajasa. Menurut legenda yang tersebar, di masa pemerintahannya Ken Arok meneladani sifat-sifat dewa Siwa. Tidak hanya Ken Arok, Raja Kertanegara juga memberikan perhatian yang lebih kepada candi Palah. Di masa raja ini, didirikanlah candi Naga yang memiliki relief Naga yang disangga oleh 9 orang yang merupakan lambang Candrasengkala di tahun 1208 Saka.

Tidak hanya diagungkan pada masa pemerintahan Ken Arok, candi Penataran juga diagungkan oleh raja-raja Majapahit lainnya seperti Jayanegara, Tribuwana Tunggadewi dan Hayam Wuruk. Hal ini dibuktikan dengan dijadikannya candi Penataran ini sebagai candi Negara di masa pemerintahan Jayanegara. Tidak hanya itu, di masa Hayam Wuruk didirikan lagi sebuah bangunan yang dinamakan Candi Candra Sengkala. Candi inilah yang kini dijadikan sebagai lambang kodam Brawijaya.

Sisa-sisa kemegahan masih bisa terlihat di area kompleks candi. Pada dinding pendopo agung misalnya, meski hanya tinggal bagian bawah namun masih menyimpan relief dengan kisah sejarah yang indah. Di bagian dinding candi utama juga masih terukir relief kisah yang melegenda seperti Ramayana, Kresnayana dan Sri Tanjung. Tidak hanya kaya akan relief indah, candi ini juga memiliki beragam arca antara lain kala atau raksasa yang menyeringai, Ganesya atau dewa ilmu pengetahuan dan Dwarapala yang merupakan raksasa penjaga pintu gerbang.

Keruntuhan negara Majapahit dan masuknya agama Islam membuat banyak bangunan suci agama Hindu dan Budha ditinggalkan oleh masyarakat penganutnya. Seiring waktu berjalan, bangunan ini tidak lagi terawat dan tertimbun longsoran tanah serta semak belukar. Untungnya, candi ini ditemukan kembali oleh seorang Gubernur jenderal di masa pemerintahan kolonial Inggris yang bernama Sir Thomas Stamford Raffles di tahun 1815. Hingga akhirnya kemegahan candi ini bisa kita nikmati hingga sekarang.

baca juga : Candi Plaosan, Kisah Cinta Beda Keyakinan

 

Candi Penataran Dan Sumpah Mahapatih Gajah Mada

Candi ini adalah tempat singgah dan pemujaan favorit bagi raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada saat melakukan perjalanannya. Menurut sejarah, sumpah Palapa yang terkenal juga diucapkan oleh patih Gajah Mada ssat berada di kompleks candi Penataran ini. Raja besar dari kerajaan Majapahit lainnya yaitu Raden Wijaya juga pernah disimpan abunya di tempat ini.

Candi Penataran

Rute Menuju Candi Palah

Untuk menuju candi yang satu ini maka akan sangat mudah jika kita memulai perjalanan dari makam Bung Karno. Dari situs pemakaman ini, kita tinggal terus mengikuti rute menuju Nglegok. Cukup ikuti jalan ke arah utara hingga sampai di tikungan terakhir hingga sampai di kawan candi Penataran. Sampai disini, kita tinggal mengikuti berbagai petunjuk arah yang tersedia untuk bisa sampai ke candi Palah.

 

Tiket Masuk

Tiket masuk candi Penataran tergolong sangat terjangkau karena setiap wisatawan yang berkunjung hanya akan dikenakan biaya masuk sebesar Rp. 3000. Untuk tarif parkirnya sendiri hanya Rp. 5.000 untuk motor dan Rp. 10.000 untuk mobil.

 

Obyek Wisata Menarik Sekitar Candi Palah

  • Gunung Kelud

Gunung yang cukup terkenal di Kediri ini terletak di perbatasan antara 3 kabupaten yakni Kediri, Blitar dan Malang. Gunung berapi dengan ketinggian 1.731 mdpl ini memiliki danau kawah meski kubah lava di tahun 2007 membuat danau kawahnya nyaris tidak terlihat lagi. Puncak Kelud adalah yang tertinggi sementara puncak di sisi barat adalah puncak Gajahmungkur. Di bagian selatan adalah puncak Sumbing. Di akhir pekan, puncak Gajah Mungkur akan diberi penerangan lampu warna-warni di sekitar kubah lava. Tidak hanya itu, ada jalur panjat di tebing puncak sumbing, pemandian air panas dan wahana flying fox.

  • Kompleks Makam Bung Karno

Makam bapak proklamator yang merupakan presiden pertama RI ini selalu ramai dengan para peziarah yang ingin memberikan penghormatan atas jasa-jasa beliau. Di tempat ini juga ada perpustakaan. Di bagian atas kompleks makam disebut dengan astana mulya. Makam bung Karno sendiri diapit oleh makam kedua ayah dan ibunda beliau yakni Raden Soekeni Sosrodihardjo dan Ida Aju Njoman Rai. Bangunan kompleks makam sang proklamator ini memiliki gaya khas rumah joglo adat jawa dengan lantai marmer.

One Reply to “Candi Penataran, Saksi Sumpah Palapa”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *