Candi Plaosan, Kisah Cinta Beda Keyakinan

2 min read

candi plaosan klaten

Candi Plaosan adalah salah satu candi yang dibangun pada masa dinasti Syailendra di bawah pemerintahan Rakai Pikatan. Meski Rakai Pikatan adalah raja yang beragama Hindu namun candi ini dibangun atas dasar cintanya kepada sang permaisuri Pramodyawardani yang beragama Budha. Arsitekturnya sendiri dibangun dengan memadukan candi bergaya Budha dengan sendikit sentuhan Hindu. Hal ini dilakukan sang raja untuk memberikan tempat pemujaan bagi sang istri yang memeluk agama berbeda darinya. Meski kedua raja dan permaisuri ini memiliki perbedaan keyakinan namun tidak menyebabkan perpecahan bagi keduanya maupun rakyatnya.

candi plaosan klaten

Justru kekuatan cinta dari keduanya mampu menyatukan perbedaan yang ada. Toleransi yang nyata terpampang dengan adanya pembangunan candi Plaosan ini. Menurut sejarahnya, candi Plaosan dibangun di pertengahan abad ke -9. Bangunan candi ini sendiri terbagi menjadi dua bagian yaitu candi Plaosan lor dan candi Plaosan kidul. Keduanya memiliki teras segi empat yang dikelilingi tempat semedi berbentuk gardu di bagian barat dan stupa di sisi lainnya. Kemiripan keduanya membuatnya dijuluki candi kembar oleh masyarakat sekitar.

Keindahan relief candi di kedua candi induk banyak mencerminkan perasaan cinta antara raja dan permaisurinya. Salah satu contohnya adalah relief candi induk di sebelah selatan yang menggambarkan laki-laki menurut sejarahnya adalah gambaran kekaguman Pramodyawardani terhadap sang suami. Sementara relief di candi utara dengan penggambaran sosok perempuan adalah bukti cinta sang raja pada permaisurinya.

Bukti toleransi yang bisa ditemukan di bangunan candi antara lain adalah permukaan terasnya yang halus sehingga sangat berbeda dengan teras candi lain yang dibangun pada masa yang sama. Menurut para ahli sejarah, hal ini mungkin dikarenakan teras ini dulunya digunakan sebagai tempat beribadah. Hal ini membuktikan tingginya toleransi sang raja di masa itu yang meski beragama Hindu namun tetap memberikan kebebasan bagi sang istri dan juga masyarakatnya untuk beribadah sesuai dengan agama Budha yang dianutnya. Candi ini juga menjadi prasati penyatuan dua wangsa atau dinasti besar yaitu Sanjaya dan Syailendra.

Pemandangan alam yang disajikan oleh candi Plaosan sangatlah indah karena berada tepat di tengah area persawahan. Bahkan ada kalanya kita masih bisa menyaksikan para petani yang sedang sibuk membajak sawah ataupun gerobak sapi yang melintas membawa hasil tanam sambil menghasilkan bunyi gemerincing yang khas pedesaan. Suasana ini seolah membawa kita kembali menyelami kebesaran di masa pemerintahan Rakai Pikatan.

Baca Juga : Bukti Toleransi Nenek Moyang Kita di Candi Sewu

 

Kegiatan yang bisa dilakukan di Candi Plaosan

  • Meditasi

Suasana tenang di lokasi candi yang jauh dari keramaian membuat tempat ini menjadi area yang pas untuk bermeditasi. Sejenak menutup mata dan menyatu dengan alam sembari merasakan sejuknya hembusan angin  pastinya akan memberikan semangat baru. Detail relief yang ada di seputar candi juga akan bisa membuat kita mengingat kembali akan makna kebesaran cinta.

  • Berlari mengelilingi candi

Halaman candi yang luas dengan hamparan rumput hijau bisa memberikan kita kesempatan untuk berlari sepuasnya.

  • Menikmati Keindahan Matahari Terbit Dan Terbenam

Lokasi candi yang berada di tengah persawahan akan memberikan kita sudut pandang tak terbatas sehingga bisa menikmati fenomena matahari terbit dan terbenam.

  • Berfoto Selfie

Puas berfoto selfi dengan latar belakang kemegahan candi atau keindahan relief yang ada maka kita bisa mengunjungi berbagai spot di candi Plaosan. Jika ingin mendapatkan hasil foto dengan latar belakang yang indah namun misterius maka kita bisa memilih candi Plaosan lor. Candi Plaosan lor memiliki panorama yang tepat karena ada banyak reruntuhan candi dan akar pohon yang membelit bebatuan.

candi plaosan

Rute Menuju Candi Plaosan

Lokasi candi yang satu ini masih tergolong mudah dijangkau meski terletak di tengah kompleks persawahan. Bagi yang membawa kendaraaan sendiri bisa menyusuri rute jalan dari arah Jogja menuju Solo. Sesampainya di kawasan situs candi Prambanan tepatnya perempatan menuju pintu masuk candi Prambanan maka tinggal belok ke arah utara dan menyusuri jalan tersebut sampai menemukan candi Plaosan di kanan jalan.

Bagi yang tidak membawa kendaraan pribadi bisa menaiki bis kota dengan trayek Jogja – Solo kemudian turun di Halte Prambanan. Selain bis kota, kita juga bisa memilih bis trans Jogja dengan rute 1A atau 2 A dan turun saat sampai di halte Prambanan. Dari halte ini kita bisa memilih apakah ingin berjalan kaki, naik ojek atau naik andong.

 

Harga Tiket Masuk Candi Plaosan

Kompleks candi yang dibuka pada setiap hari mulai dari pukul 9 pagi sampai dengan 5 sore ini memiliki harga tiket masuk yang cukup terjangkau yakni hanya sebesar Rp. 5000.

 

Obyek Wisata Di Sekitar Candi Plaosan

  • Candi Prambanan

Candi Prambanan kerap dijuluki sebagai candi tertinggi di Indonesia karena memiliki ketinggian 47 meter. Candi ini memiliki 3 bagian candi utama dan candi perwira yang tersebar di sekitarnya. Sayangnya sebagian besar dari candi perwara yang ada sudah menjadi reruntuhan. Relief yang tersebar di candi ini mengisahkan tentang kisah Ramayana.

  • Candi Sewu

Candi ini adalah candi berarsitektur Budha kedua terbesar setelah candi Borobudur. Cerita sejarah yang menaungi keberadaan candi ini juga tak kalah melegenda. Sebut saja legenda kisah Roro Jonggrang yang cantik jelita dengan Bandung Bondowoso yang melatarbelakangi pembangunan candi ini. Disini, kita bisa menikmati suasana sejuk dan sepi karena tempatnya yang cukup tersembunyi.

Selain destinasi yang telah disebutkan di atas, kita bisa mengunjungi beberapa lokasi wisata lannya di sekitarnya yaitu candi Sojiwan yang memiliki perpaduan artsitektur candi bergaya Hindu dan Budha.

One Reply to “Candi Plaosan, Kisah Cinta Beda Keyakinan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *