Candi Sambisari, Sejarah yang Terkubur Merapi

2 min read

candi sambisari yogyakarta

Candi Sambisari adalah salah satu bukti kemegahan masa lampau yang akhirnya bisa ditemukan kembali meski telah terkubur selama berabad lamanya di dalam tanah. Dahulu kala, wilayah utara Yogyakarta adalah pusat peradaban dari Mataram kuno sehingga banyak sekali terdapat bangunan candi. Candi-candi yang merupakan bukti kemegahan dan kejayaan dinasti Mataram ini dibangun membentang mulai dari kaki Merapi hingga pegunungan batur agung. Sayangnya, letusan gunung Merapi yang terjadi pada suatu ketika akhirnya menyebabkan kerusakan bagi masyarakat dan juga kerajaan di masa itu.Tidak hanya menghancur leburkan kejayaan kerajaan dan masyarakatnya namun juga mengubur candi-candi ini.

candi sambisari yogyakarta

Salah satu candi yang terkubur sangat dalam adalah candi Sambisari. Inilah sebabnya candi ini masih saja belum ditemukan meski candi-candi lainnya mulai ditemukan.Sampai suatu ketika, seorang petani bernama Karyowinangun secara tidak sengaja menemukan salah satu bagian candi saat tengah mencangkul tanah. Saat ingin mencangkul tanah sawah miliknya, cangkul milik Karyowinangun tanpa sengaja membentur struktur batu padat yang berukirkan relief. Setelah melalui penelitian oleh BKSDA maka ternyata inilah lokasi candi jaman Mataram kuno. Hal ini bisa dibuktikan melalui ukiran relief yang ada di bangunan candi.

Setidaknya, dibutuhkan waktu 3 windu untuk melakukan proses penggalian hingga rekonstruksi bangunan. Hal inilah kemudian juga yang menyebabkan candi ini terletak sekitar 6,5 m di bawah permukaan tanah. Setibanya di lokasi candi, kita hanya akan bisa melihat atap candi yang sedikit tersembul di permukaan tanah. Untuk itu, jika ingin memasuki lokasi candi maka kita harus berjalan menyusuri puluhan anak tangga yang cukup curam. Diperkirakan, candi Sambisari dibangun pada tahun 812 sampai dengan 838 masehi.

Jika dilihat dari tahun pembangunannya maka candi Sambisari ini dibangun bersamaan dengan masa pembangunan beberapa candi lainnya seperti candi Plaosan, candi Sojiwan dan candi Prambanan. Komplek candi sendiri terdiri atas 1 candi induk dan 3 candi pendukung. Selain itu juga ada 8 lingga patok yang tersebar di penjuru mata angin. Selintas lalu, candi ini berdiri seperti halnya kastil yang berada di tengah taman karena hamparan rumput hijau yang tertata apik di sekitarnya.

baca juga : kemegahan negeri para dewa, Candi Dieng

Bagian candi Sambisari

Begitu menaiki tangga di pintu masuk candi induk maka kita akan disambut oleh hiasan singa yang berada di dalam mulut makara atau hewan dalam mitologi Yunani. Seusai menaiki tangga, kita akan menemui selasar dengan lebar kurang lebih 1 m dan 3 relung dengan arca di masing-masingnya. Di bagian utara akan ditemukan arca dewi Durga yang merupakan istri dari dewa Syiwa dengan 8 tangan yang masing-masingnya menggenggam senjata. Sementara di sisi timur ada arca Ganesha lalu arca Agastya dengah tasbih di lehernya di sisi selatan.

Bilik utama candi induk berisi lingga dan yoni yang dipercaya digunakan untuk memuja dewa Syiwa. Di sisi barat candi utama akan terlihat 3 candi pendamping yang dibangun tanpa atap. Tidak hanya bisa menikmati keindahan struktur bangunan candi, kita jug abisa mengunjungi museum mini yang menyajikan berbagai informasi mulai dari sejarah penemuan candi hingga proses pemugarannya. Tidak hanya itu, berbagai batuan, arca dan foto-foto yang berkaitan dengan candi akan bisa dengan mudah kita temukan.

Rute menuju candi Sambisari

Candi ini berjarak 12 ke arah timur dari kota Yogyakarta. Untuk mencapai lokasi ini kita tinggal menyusuri jalan raya Jogja-Solo.Begitu sampai di pertigaan bandara Adi Sutjipto maka kita harus terus lurus mengikuti jalan.Kita baru harus berbelok ke arah kiri menuju utara begitu menemui pertigaan yang memiliki tanda Gedung Balai Diklat Keuangan Yogyakarta. Hanya dibutuhkan waktu tempuh sekitar 10 menit perjalanan untuk bisa sampai di candi Sambisari yang terletak di tengah perkampungan warga.

Tiket Masuk candi Sambisari

Biaya tiket masuk ke area candi Sambisari tergolong sangat terjangkau karena hanya dikenakan tarif sebesar 3 ribu rupiah per orangnya. Untuk jam bukanya sendiri, candi ini terbuka untuk umum setiap hari mulai pukul 8 pagi sampai dengan 4 sore.

Obyek wisata di sekitar Candi Sambisari

  • Jogja Bay Waterpark

Destinasi wisata yang satu ini terletak tidak jauh dari lokasi candi. Ada belasan wahana yang bisa kita coba di wahana air bertema bajak laut ini. Tidak hanya sekedar bermain air, disini kita juga bisa belajar melalui wahana ‘how to survive in tsunami and earthquake’

  • Candi Sari

Candi ini terletak di dusun Bendan, Tirtomani, Kalasan.Candi dengan corak arsitektur Budha ini dibangun pada abad ke 8 M memiliki bentuk bangunan bertingkat yang serupa dengan candi Plaosan. Candi ini sendiri dulunya dipergunakan sebagai wihara dan juga asrama bagi pendeta.

  • Candi Kalasan

Candi kalasan atau disebut juga sebagai candi Tara ini juga bercorak agama Budha yang dibangun untuk pemujaan terhadap dewi Tara. Bahkan candi yang satu ini diperkirakan sebagai candi Budha tertua yang ada di Yogyakarta. Candi ini memiliki keunikan yaitu adanya lapisan semen kuno brajalepha yang membedakannya dari candi-candi lain di masanya.

One Reply to “Candi Sambisari, Sejarah yang Terkubur Merapi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *