Candi Singosari, Bukti Kejayaan Ken Arok

3 min read

candi singosari

Candi Singosari adalah salah satu bukti dari kejayaan kerajaan dengan aliran Budha di Indonesia. Candi ini diberi nama Singosari karena berada atau dibangun oleh raja pada masa kerajaan Singosari. Menurut sejarahnya, salah satu raja terkenal di Singosari adalah Ken Arok dengan legenda kisah cintanya dengan Ken Dedes. Sebenarnya, ada banyak sekali kerajaan Hindu dan Budha yang ada di Indonesia sebelum agama Islam masuk. Sayangnya, kerajaan-kerajaan ini akhirnya mengalami kemunduran bahkan kehancuran akibat pendudukan oleh kerajaan lain, kurang tegasnya sosok pemimpin atau raja dan juga perang saudara.

candi singosari

Kerajaan Singosari sendiri mengalami masa paling jaya saat berada di bawah pemerintahan Kertanegara. Di masa ini, Singosari bahkan bisa menguasai wilayah kerajaan Sriwijaya, Campa atau Kamboja, Sumatera, Bakulapura di Kalimantan Barat, Madura, Jawa Barat, Bali dan Gurun di daerah Maluku. Namun kisah keberhasilan penaklukan Singosari terhadap berbagai wilayah di penjuru nusantara ini juga menyimpan kisah pahit. Meski berhasil menaklukkan berbagai kerajaan dan wilayah namun Singosari menjadi kurang memperhatikan masalah internal di dalam kerajaan sendiri sehingga terjadi perebutan kekuasaan.

Perebutan kekuasaan inilah yang pada akhirnya justru menimbulkan kemunduran bagi Singosari sampai akhirnya tidak banyak lagi peninggalan dari kerajaan ini yang masih bisa kita saksikan. Salah satu bukti kejayaan yang tersisa adalah candi Singosari. Candi Singosari memiliki corak Hindu-Budha karena kerajaan Singosari sendiri menganut agama Syiwa – Budha. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya arca Siwa yang ditemukan di lokasi ini. Candi yang dibangun di tahun 1300 M ini terletak di desa Candirenggo, kecamatan Singosari, Malang. Pertama kali ditemukan di abad 118 atau tahun 1800-1850 oleh Belanda, candi ini disebut dengan nama candi Menara karena bentuk bangunannya yang menyerupai menara.

Selain disebut sebagai nama Menara, candi Singosari juga sering disebut sebagai candi Cungkup, candi Renggo ataupun candi Cella. Candi Singosari ini bahkan masih digunakan dalam upacara Nyepi dan Ngembak Geni di tahun 2012 oleh umat agama Hindu. Bagi umat Budha, candi Singosari juga dipergunakan dalam perayaan Waisak. Sayangnya, candi ini tidak lagi digunakan untuk beribadah bagi umat dari kedua agama sehingga hanya tinggal menyisakan ritual jamasan atau ruwatan candi. Ritual jamasan sendiri adalah ritual permbersihan candi dengan memakai tujuh air sumber yang berada di pemandian Ken Dedes yang hanya berjarak 1 km dari candi.

Baca juga : Candi Klasan, Bukti Perpaduan 2 Agama

 

Bagian Candi Singosari

Tubuh candi yang berada di tengah halaman memiliki tinggi sekitar 1,5 m tanpa memiliki hiasan ataupun relief di bagian kaki candi. Tangga menuju  bagian selasar candi sendiri juga tidak dihiasi dengan makara. Pintu masuk candi pun terlihat sederhana tanpa adanya bingkai ataupun pahatan rumit melainkan hanya pahatan kepala Kala yang sederhana di bagian ambang pintu. Kesederhanaan yang berbeda dengan candi-candi lainnya pada jamannya ini membuat banyak ilmuwan berpendapat bahwa pembangunan candi Singosari belum selesai.

Candi Singosai memiliki dua susunan bangunan dengan bagian bawah candi yang berbentuk persegi. Di bagian tengah ruangan terdapat yoni yang sayang sekali sudah mengalami kerusakan di bagian atasnya. Kesan sederhana juga tetap terlihat disini karena di bagian kaki yoni pun tidak terlihat adanya pahatan. Arca Syiwa terdapat di bagian halaman candi dengan beragam posisi dan juga ukuran. Di bagian ini juga terdapat arca lembu Nandini dan Durga yang sudah tidak utuh. 300 m ke arah barat juga terdapat arca Dwarapala yang sangat besar sebagai simbol penjaga pintu gerbang. Dua arca Dwarapala yang masing-masingnya terpisah jarak sejauh 20 m ini memiliki berat 40 ton dengan tinggi 3,7 m dan diameter 3,8 m.

sejarah candi singosari

Keunikan Candi Singosari

Salah satu keunikan candi ini yang membedakannya dengan candi lainnya adalah cara pembuatannya. Para pembangun candi menumpuk batu andesit sampai mencapai tinggi yang diinginkan baru kemudian melakukan pengukiran pada tumpukan batuan ini dari atas hingga mencapai bagian bawah candi. Relief yang berada di candi ini juga sarat makna karena menceritakan berbagai kisah bersejarah. Tubuh candi sendiri ditopang oleh sebuah batur kaki berukuran 1,5 m tanpa hiasan dan relief.

 

Rute Menuju Lokasi

Rute menuju lokasi candi Singosari Dari stasiun Singosari kita bisa berjalan ke arah Selatan lebih kurang 200 meter sampai menemui jalan utama Surabaya- Malang. Setelah mencapai jalan raya, kita bisa berjalan ke arah kanan sejauh lebih kurang 500 m menuju pasar Singosari atau jalan Kertanegara. Selanjutnya, kita bisa berjalan kaki atau menaiki delman sejauh 1,5 km menuju candi ini.

Jam Buka dan Tiket Masuk

Candi Singosari dibuka setiap hari mulai jam 8 pagi sampai dengan jam 5 sore dengan tiket masuk candi Songosari dikenakan bagi masing-masing pengunjung adalah sebesar 5 ribu rupiah.

rute candi singosari

Obyek Wisata Di Sekitar Candi

  • Hawai Waterpark

Hawai waterpark Malang adalah wahana permainan air yang baru diperasikan pada pertengahan tahun 2015. Lokasi obyek wisata ini di perumahan Graha Kencana di Jl. Raya Karanglo. Lokasi ini juga sangat dekat dengan stasiun yaitu hanya berjarak sekitar 30 menit dari stasiun.

  • Candi Sumberawan

Candi ini adalah satu-satunya candi stupa yang bisa ditemukan di Jawa Timur. Candi ini tidak berbentuk stupa dan tidak memiliki tangga naik ruangan ataupun ruang penyimpanan benda suci layaknya candi-candi lain pada umumnya.Jarak yang harus ditempuh untuk menuju candi ini dari candi Singosari adalah sejauh 6 km. Keberadaanya yang tepat di kaki gunung Arjuna membuat candi ini memberikan suasana sejuk. Ditambah lagi dengan kejernihan telaga di sebelah area situs juga jajaran pohon pinus pastinya akan memberikan kesan yang berbeda dari hiruk pikuk perkotaan.

  • Pemandian Ken Dedes

Lokasi pemandian ini berdekatan dengan candi Singosari.Sejak dibangun sekitar 1200 tahun yang silam, situs pemandian ini konon adalah tempat bagi para putri raja untuk mensucikan diri sekaligus bermain-main. Air yang ada di pemandian ini segar karena bersumber dari mata air alami.

  • Museum Singosari

Museum yang diresmikan pada tahun 2015 ini sangat tenang karena cukup jauh dari jalan utama. Disini kita bisa banyak belajar mengenai kejayaan kerajaan Singosari di masa lalu melalui berbagai macam arca dan patung peninggalan kerajaan.

One Reply to “Candi Singosari, Bukti Kejayaan Ken Arok”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *