Candi Sukuh, Kisah Legenda Percintaan

2 min read

candi sukuh

Candi Sukuh merupakan salah satu candi yang terkenal di wilayah Solo. Terletak di ketinggian 1.186 mdpl, candi yang satu ini juga seringkali terkenal akan ke erotisannya akibat banyak relief yang cenderung vulgar. Para ahli berpendapat bahwa relief-relief yang ada di candi Sukuh dibuat dengan tujuan untuk ruatan. Dibangun pada abad ke 15 oleh masyarakat Hindu Tantrayana, candi ini awalnya ditemukan oleh Van der Vlis di tahun 1842. Meski termasuk candi Hindu namun gaya candi yang satu ini berbeda dengan candi Hindu Jawa tengah pada umumnya. Gayanya berundak dan menyerupai candi milik suku Maya di Meksiko.

candi sukuh

Candi dengan arsitektur berbeda ini masih digunakan sebagai tempat beribadah bagi penganut agam hindu hingga saat ini. Yang paling penting adalah kita harus tetap berhati-hati saat ingin mengunjungi candi Sukuh  ini mengingat lokasinya yang rumit dengan tanjakan tajam. Medan yang cukup sulit ini dikarenakan candi Sukuh berada di lereng gunung lawu. Meski cukup menanjak dan sulit untuk dilewati namun semua jerih payah akan terbayar saat tiba di lokasi candi dan mendapati pemandangan indah serta arca dan relief yang indah.

Baca Juga : Candi Cetho Karanganyar > Candi dengan perpaduan Inca Maya

 

Keunikan Relief Candi Sukuh

Candi Sukuh memiliki tiga teras berundak yaitu jaba, jaba tengah dan jeron. Sebelum memasuki ruang jaba maka kita harus melewati gapura cangapit yang terkenal akan adanya lingga-yoni yang dilukis di lantai gapura. Saat ingin menuju jaba tengah dan juga jeron, kita akan melewati gapura sela setangkep dengan profil candi di depan candi induk dan model piramid terpancung.

relief candi sukuh

Kisah percintaan Sudamala memenuhi sebagian besar relief di candi Sukuh. Meski terkesan erotis namun sebenarnya ada kisah percintaan yang mendalam disana. Relief kidung Sudamala adalah buktinya. Sudamala sendiri adalah kisah pembebasan Ranini dari wujud dewi Durga menjadi Uma yang cantik jelita. Sadewa sebagai tokoh yang berhasil menghapuskan wujud jahat dewi Durga mendapatkan gelar Sudamala yang berarti menghapus wujud jahat.

Tidak hanya memiliki kisah percintaan dibalik relief yang ada tapi candi Sukuh juga diselimuti mitos yang sangat dipercaya oleh warga sekitar. Konon, di kompleks candi Sukuh ini ada candi yang memiliki bentuk sangat mirip dengan organ vital kewanitaan sehingga menurut masyarakat setempat sangat berguna untuk mengetes keperawanan. Meski demikian, kepercayaan yang berkembang ini belum bisa dibuktikan secara nyata karena belum ada penelitian yang bisa membuktikannya.

 

Rute Menuju Candi Sukuh

Meski candi ini indah namun kurang banyak dikenal mengingat letaknya yang sangat terpencil dan jauh sekali dari pusat kota. Sebenarnya kita bisa menaiki bis dari stasiun Tirtonadi dengan jurusan Solo-Tawangmangu sampai berhenti di Karang Pandan. Karang Pandan sendiri adalah nama terminal yang berada di daerah Karanganyar. Setelah sampai kita bisa melanjutkan perjalanan dengan menaiki bis kecil menuju Kemuning baru beralih ke ojek sampai lokasi candi sukuh.

relief candi sukuh 1

Jika kita menggunakan kendaraan pribadi maka bisa menempuh perjalanan melalui jalur ke arah Tawangmangu. Begitu sampai di terminal Karang Pandan tinggal mengambil arah ke kiri untuk mencapai lokasi situs candi Sukuh. Kita tidak perlu khawatir akan tersesat mengingat banyaknya penunjuk jalan untuk bisa sampai ke lokasi candi yang satu ini.

 

Harga Tiket Masuk Candi Sukuh dan Jam Operasional

Harga tiket masuk ke lokasi ini sangat murah yaitu sekitar Rp. 2.500 untuk wisatawan domestik dan Rp. 10.000 untuk wisatawan asing. Dengan jam operasional setiap hari pada pukul 8 pagi sampai dengan 5 sore maka kita bisa sepuasnya menikmati pemnadangan dan menikmati relief candi dan cerita dibaliknya secara detil.

prasasti candi sukuh

Obyek Wisata Di Sekitar Candi Sukuh

  • Candi Kethek

Candi Kethek berjarak 300 m dari candi Cetho. Meski tidak sepopuler candi Cetho tapi candi yang satu ini seringkali dilewati oleh para pendaki saat ingin mendaki gunung Lawu. Nama Kethek (monyet dalam bahasa jawa) sendiri diberikan karena seringnya dijumpai hewan ini di sekitar lokasi candi. Candi ini merupakan candi Hindhu karena banyak temuan arca kura-kura yang sangat terkait dengan mitologi agama Hindhu. Adanya arca kura-kura menunjukkan fungsi candi sebagai tempat ruatan untuk membebaskan diri seseorang dari kesalahan ataupun dosa.

Seperti halnya candi Cetho, candi Kethek juga memiliki model teras berundak dengan 4 teras yang dihubungkan dengan tangga. Di puncak teras ada bangunan induk dengan bangunan kecil bersarung hitam putih dengan dupa yang menyala di atasnya. Meski terkesan sederhana namun lokasi candi ini menyuguhkan suasana damai khas lereng gunung lawu.

  • Air Terjun Serendeng

Air terjun Serendeng sangat bergantung pada musim. Saat musim kemarau maka air terjun ini akan mati.

  • Puri Taman Saraswati

Di taman ini kita akan mendapati patung Dewi Saraswati yang didatangkan langsung dari Gianyar Bali. Dewi Saraswati sendiri adalah dewi berparas cantik yang memiliki singgasana di atas kelopak teratai dan diusung oleh angsa. Patung sang dewi digambarkan mempunyai 4 lengan dimana setiap lengannya memegang satu buah pusaka yang disebut Wina, Aksamala, Damaru danPpustaka. Patung indah ini didirikan di atas bangunan kolam dengan hiasan air mancur. Puri ini digunakan sebagai tempat pemujaan bagi umat Hindu. Meski terbuka untuk umum namun pengunjung diharuskan melepas alas kaki saat masuk. Selain patung dewi, ada juga sendang pundi sari yang merupakan mata air alami.

One Reply to “Candi Sukuh, Kisah Legenda Percintaan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *