Sejarah Candi Borobudur, Mahakarya Bangsa Indonesia

4 min read

sejarah candi borobudur

Sejarah Candi Borobudur – Candi Borobudur dibangun pada masa dinasti Syailendra antara tahun 780 sampai dengan 840 sebelum masehi. Dinasti Syailendra sendiri adalah dinasti yang memerintah di Jawa Tengah pada waktu itu. Tempat ini sengaja dibangun sebagai tempat untuk pemujaan Buddha dan juga tempat bagi para peziarah. Candi ini berfungsi sebagai pemandu manusia dari keinginan dunia sehingga mendapatkan pencerahan dan kebijaksanaan sesuai dengan ajaran Buddha.

sejarah candi borobudur

Lokasi wisata sejarah candi Borobudur sendiri ditemukan oleh Sir Thomas Stanford Raffles yang berkebangsaan Inggris hingga pada 1835 seluruh area candi telah dibersihkan sepenuhnya. Wisata sejarah Candi Borobudur sendiri dibangun bergaya Mandala yang mencerminkan alam semesta dalam ajaran Buddha. Struktur candi berbentuk persegi dengan 4 pintu masuk dan juga pusat berbentuk lingkaran. Di dalamnya ada tiga zona yang pada bagian bagian tengahnya menyimbolkan ketidaksadaran akan Nirwana. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing zona yang ada di wisata sejarah candi Borobudur:

Zona ini mencerminkan dunia yang dihuni oleh orang biasa.Disini ada sekitar 160 relief yang mencerminkan cerita karmawibhangga yang merupakan hukum sebab akibat. Relief yang ada di zona ini menggambarkan berbagai perilaku manusia yang penuh dengan nafsu dan tindakan kejahatan seperti pembunuhan, perampokan, penyiksaan dan sebagainya.

Ini adalah zona peralihan dimana manusia dibebaskan dari masalah duniawi. 4 tingkatan dalam Rapudhatu berisi galeri dari relief ukiran batu yang dibentuk seperti rantai mengelilingi patung Buddha. Total ada sekitar 328 Buddha dalam level ini. Sebuah manuskrip berbahasa Sansekerta menuliskan bahwa relief-relief yang ada antara lain adalah Gandhawyuha, Lalitawistara, Jataka dan Awadana. Relief-relief ini membentang dengan jarak sekitar 2,5 km dengan hiasan sejumlah panel yang dekoratif.

Zona ini adalah zona tertinggi dengan pencerminan tempat tinggal Buddha. Tiga teras berbentuk lingkaran yang ada akan mengarahkan ke pusat kubah atau stupa yang mencerminkan keberadaannya di atas dunia. Total, disini ada sekitar 72 buah stupa. Stupa yang ada di bagia tengah tidak setinggi versi aslinya yang berukuran 42 m di atas permukaan tanah dengan dasarnya berdiameter 9.9 m. Tidak seperti stupa-stupa yang berada di sekelilingnya, stupa yang ada di bagian tengah ini kosong.

Baca Juga :  Wisata Candi Prambanan

 

Candi Borobudur, kemegahan relief-reliefnya

Relief yang ada di candi ini berjumlah sekitar 504 Buddha dengan berbagai macam pose meditasi dan 6 posisi tangan berbeda bergantung pada arah wajah Buddha. Selain Borobudur, ada dua candi yang lebih kecil di sekitarnya yaitu candi Pawon dan Mendut. Candi Pawon berjarak sekitar 1.15 km dari Borobudur sementara candi Mendut sendiri berjarak 3 km. dipercaya bahwa ketiga candi ini memiliki hubungan keagamaan yang sama meski prosesi ritual yang sebenarnya tetap menjadi sebuah misteri. Biasanya, ketiga candi ini digunakan dalam rute perayaan festival hari Waisak yang diselenggarakan setiap tahun saat bulan purnama pada bulan April atau Mei.

relief candi borobudur

 

Rute menuju sejarah candi Borobudur

Kita bisa menuju Borobudur dengan berbagai rute, rute terdekat adalah dari Magelang yang hanya dibutuhkan jarak tempuh sekitar 17 km dengan bis yang memiliki trayek langsung menuju Borobudur. Daerah istimewa Yogyakarta adalah lokasi yang juga dekat dengan Borobudur yaitu sekitar 40 km dari pusat kota. Kota lain di sekitarnya adalah Semarang dengan jarak tempuh yang relative lebih jauh yaitu sekitar 90 km. perjalanan dengan kereta api hanya ada di Yogyakarta dan Semarang. Selain menyediakan transportasi dengan kereta, Semarang juga memiliki pelabuhan Tanjung Mas yang merupakan pelabuhan besar bahkan untuk kapal pesiar internasional sekalipun. Berikut ini adalah beberapa rute yang bisa kita pilih untuk menuju sejarah candi Borobudur:

  • Bis dari Yogyakarta

Dari pusat kota Yogyakarta, kita bisa menaiki bis trans jogja ke stasiun bis Jombor. Carilah bis dengan lajur 2A dan 2B ke Jombor. Selanjutnya kita bisa menaiki bis lokal ke Borobudur. Sesampainya di terminal Borobudur, kita bisa melanjutkan ke lokasi candi dengan berjalan kaki atau menaiki becak. Bis terakhir kembali ke Yogyakarta sekitar pukul 3 sore jadi jika ingin kembali lebih dari jam 3 sore maka bisa mengambil rute dari stasiun bis Magelang yang masih tersedia hingga malam. Jika kita datang dari bandara Adisuthipto maka bisa menaiki bis DAMRI.

  • Kendaraan pribadi dari Yogyakarta

Rute ke Borobudur dari Yogyakarta lebih langsung. Pertama-tama, kita harus menuju jalan Magelang. Rute lengkapnya adalah Jogja – Jl. Magelang – Sleman – Tempel – Salam – Muntilan – Palbapang – Mendut – area parker Borobudur. Jarak totalnya adalah sekitar 45 km. Jika menginginkan rute yang lebih mudah maka bisa menggunakan taksi dengan tarif sekitar 300 ribuan.

  • Bis dari Semarang

Dari Semarang, kita bisa menaiki bis transit yang akan membawa kita ke stasiun bis. Naiki bis antar kota yang menghubungkan Jogja atau Magelang. Kita bisa berhenti di stasiun bis Magelang atau di persimpangan Palpabang. Selanjutnya kita bisa melanjutkan dengan bis lokal dari Palpabang ke stasiun bis Borobudur. Semarang juga memiliki beberapa layanan antar jemput ke Jogja atau Magelang. Perjalanan dari Semarang ke Borobudur sendiri akan memakan waktu sekitar 3,5 jam.

 

Harga tiket masuk

Harga tiket untuk masuk ke wisata sejarah candi Borobudur terbagi menjadi dua yaitu untuk wisatawan domestik dan wisatawan asing. Berikut ini adalah daftar lengkap kisaran harganya:

Wisatawan domestik anak-anak         : Rp. 12.000

Wisatawan domestik dewasa  : Rp. 30.000

Wisatawan asing anak-anak                : $10

Wisatawan asing dewasa                    : $20

Jam operasionalnya sendiri adalah dimulai dari pukul 6 pagi sampai dengan 5 sore.

 

Obyek lain di sekitar wisata sejarah candi Borobudur

Obyek wisata alam:

  • Sleker asri

Tempat ini sangat pas bagi para pecinta petualangan sembari menikmati pemandangan alam. Hamparan hutan pinus ini memiliki beragam spot foto yang instagrammable hanya dengan membayar tiket masuk sebesar 4 ribu rupiah.

  • Rafting sungai progo dan elo

Bagi pecinta olahraga yang memicu adrenalin maka sebaiknya berkunjung ke sungai progo dan elo untuk mencoba olahraga rafting. Dikedua lokasi ini, kita bisa memilih beragam paket rafting yang pas untuk menguji adrenalin.

  • Punthuk setumbu

Pengagum film AADC? Jika jawabannya adalah ya maka pastinya sudah tidak asing lagi dengan lokasi yang satu ini. Keindahan punthuk setumbu bisa disaksikan saat adegan antara Rangga dan Cinta.Belakangan, lokasi yang satu ini banyak diburu wisatawan yang ingin menyaksikan keindahan matahari terbit. Tidak hanya bisa melihat matahari terbit, kita juga bisa melihat kemegahan wisata sejarah candi Borobudur dari puncak bukit yang satu ini. Tiket masuk yang tergolong murah yakni sekitar Rp. 15.000 untuk wisatawan lokal dan Rp. 25.000 untuk wisatawan asing membuat bukit ini selalu diburu para wisatawan. Kita bisa berkunjung kesana mulai jam 4 pagi sampai 5.30 sore.

  • Gereja ayam

Gereja ayam ini salah satu spot terkenal yang muncul dalam film AADC 2. Dari punthuk setumbu kita hanya harus berjalan kaki untuk bisa mencapai lokasi yang satu ini. Gereja ini terbuka untuk umum dan berisi banyak lukisan dinding yang menarik. Meski terbuka namun kita harus sabar mengantri mengingat atap gereja yang tidak bisa terlalu banyak menampung pengunjung.

Selain beberapa lokasi wisata alam di atas, kita juga bisa mengunjungi pinusan kragilan, ketep pass yang merupakan gardu pandang dan memiliki museum gunung Merapi. Dari ketep pass masih ada kebuh strawberry yang memungkinkan kita bisa belajar bercocok tanam strawberry sambil memetik buah strawberry langsung dari pohonnya. Bukit grenden di jalur pendakian baru Merapi juga bisa menjadi pilihan para pecinta selfie.

 

Wisata seni

  • Rumah kamera

Tempat wisata yang satu ini sangat unik karena berbentuk menyerupai kamera DSLR. Lokasi unik ini terletak di jalan majaksingi no 8 , Borobudur. Letaknya yang tidak jauh membuat para wisatawan yang penasaran mengunjunginya. Rumah ini sebenarnya adalah milik dari bapak Tanggol Angin Jatikusumo, seorang pelukis asal Semarang yang telah lama tinggal di Bali. Di dalam rumah kamera ini kita bisa menemukan berbagai lukisan karya sang empunya rumah. Selain itu juga ada kursi berukuran kecil yang berbentuk unik khusus untuk para pengunjung melepas lelah.Puas menikmati berbagai lukisan, kita bisa menaiki balkon rumah dan menikmati pemandangan pedesaan Magelang yang asri dan sejuk.

One Reply to “Sejarah Candi Borobudur, Mahakarya Bangsa Indonesia”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *