Sejarah Candi Prambanan, Legenda Cinta Roro Jonggrang

4 min read

Sejarah Candi Prambanan

Sejarah Candi Prambanan – Candi Prambanan selalu lekat dengan legenda kisah cinta Roro Jonggrang. Candi yang dibangun pada abad ke 9 ini adalah kompleks bangunan candi Hindu yang terbesar di Indonesia. Wisata sejarah candi Prambanan pertama kali disebutkan dalam inkripsi Syiwagrha. Di candi ini ada 3 candi utama yang ditujukan masing-masing untuk Trimurti yaitu dewa Siwa sebagai penghancur dunia, Wisnu sang dewa penjaga dunia serta Brahma yang menciptakan dunia. Sebagai candi di masa Kerajaan Mataram kuno, wisata sejarah candi prambanan dijadikan sebagai candi agung untuk upacara keagamaan dan kerajaan.

Sejarah Candi Prambanan

Bertipikal candi Hindu maka wisata sejarah candi Prambanan juga memiliki gaya Mandala seperti halnya Borobudur. Bangunan candi ini sendiri dibagi menjadi tiga bagian yaitu Jaba/Bhurloka, Tengahan/Bhuvarloka dan Njeron/Svarloka. Di bagian Garbagriha ada patung Shiva setinggi tiga meter. Jika dibandingkan dengan Borobudur, candi yang satu ini dibuat lebih tinggi dan ramping dengan candi Shiwa setinggi 47 meter di tengah-tengah komplek candi yang dikelilingi oleh candi-candi yang lebih kecil.

Bagian Wisata Sejarah Candi Prambanan

  • Bhurloka

Sebagai dasar dari candi, Bhurloka adalah area luas yang ditandai dengan tembok berbentuk segitiga. Ini adalah tempat bagi manusia, hewan, makluk tidak kekal dan juga makhluk legenda. Disinilah cerminan tempat dimana gairah dan juga keinginan adalah sesuatu yang wajar ditemukan.

  • Bhuvarloka

Sebagai bagian tengah dari candi maka bagian ini merepresentasikan dunia tengah tempat bagi mereka yang telah meninggalkan kepemilikan dunianya. Ini adalah bagian candi dimana orang-orang mulai melihat cahaya kebenaran. Bhuvarloka terdiri atas 4 tingkatan, tingkat yang pertama memiliki 68 stupa kecil yang dibagi menjadi 4 baris sementara tingkatan kedua memiliki 60 stupa,  tingkat ketiga memiliki 52 stupa dan level teratasnya memiliki sekitar 44 stupa. Semua stupa yang ada disini memiliki ukuran yang sama yaitu lebar 6 meter dan tingginya 14 meter, sayangnya semua struktur di bagian ini semuanya telah rusak.

  • Svarloka

Puncak dari candi ini menjadi cerminan dari alam para dewa yang merupakan zona paling suci. Disini ada 16 candi yang terdiri atas 3 candi utama yaitu candi Brahma sang pencipta setinggi 33 m, Siwa sang penghancur dengan tinggi 47,6 m dan Wisnu sang dewa Penjaga dengan tinggi kuil mencapai 33 m. Sebagai tambahan dari tiga candi utama ini adalah 3 candi wahana yaitu candi Kelir, candi Apit dan 4 candi Patok. Ada 3 candi utama yang ditujukan untuk trimurti, setiap candi dinamakan sesuai dengan kendaraan dewa yaitu Garuda sebagai kendaraan Wisnu, kendaraan Siwa adalah Nandi sementara Angsa adalah perwujudan kendaraan dari Brahma.

Baca Juga : Sejarah Candi Borobudur

 

Candi Prambanan dan kisah cinta Roro Jonggrang

Prambanan juga berisikan sebuah relief di bagian dalam dari gerbang di sekelilingnya. Relief ini menceritakan tentang kisah Ramayana. Candi prambanan juga dikenal dengan nama candi Roro Jonggrang. Diceritakan bahwa dalam masa kerajaan Jawa Mataram, ada seorang pangeran bernama Bandung Bondowoso yang menaruh hari kepada Roro Jonggrang. Keinginan Bandung Bondowoso memperistri Roro Jonggrang disanggupi oleh Roro Jonggrang asalkan dia bisa menyanggupi persyaratan untuk bisa membangun 1000 candi dalam satu malam.

Demi menyanggupi persyaratan ini, Bandung Bondowoso meminta bantuan dari raja Jin yang berhasil ditaklukkannya. Sang pangeran dengan mudahnya telah hampir menyelesaikan persyaratan ini. Melihat Bandung hampir berhasil maka Roro Jonggrang dan dayang-dayangnya berusaha menggagalkannya dengan cara memukul-mukul lesung agar ayam berkokok seolah-olah hari telah beranjak pagi. Mendengar kokok ayam, para jin berhamburan dan mengira waktunya telah habis. Merasa marah, Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang sehingga akhirnya menjadi patung.

 

Rute menuju candi Prambanan

letak candi prambanan

Kota yang pling dekat dengan Prambanan adalah Klaten yang hanya berjarak sekitar 3 km ke utara. Sedangkan kota besar utama yang terdekat adalah Yogyakarta dengan jarak 17 km. Jalan utama yang menghubungkan Yogyakarta dan Solo ini sangat memudahkan transportasi ke candi Prambanan.  Baik Yogya maupun Solo memiliki bandara internasional yaitu Adisutjipto di Yogya dan Adisoemarmo di Solo. Berikut ini berbagai pilihan rute yang bisa kita pilih untuk menuju Prambanan:

  • Dari stasiun tugu Yogya atau Malioboro

Penyewaan taksi dan mobil bisa dengan mudah kita temukan di sekitar Malioboro dan Stasiun kereta api Tugu Yogyakarta. Bis trans Jogja juga tersedia di perhentian bis mangkubumi di Malioboro. Gunakan bis 1 A dan berhenti di perhentian bis Prambanan. Dari sini kita bisa menyeberang jalan untuk mencapai candi Prambanan.

  • Menggunakan bis

Gunakan bis Trans Jogja lajur 1 A untuk menuju Prambanan. Sebagai alternatif lainnya, kita bisa menggunakan bis dalam provinsi menuju Solo atau Surabaya dan berhenti di depan candi. Bis Trans Jogja biasanya lewat sekitar 15 menit sekali atau tergantung dari kondisi lalu lintas. Sementara itu, bis dalam provinsi hanya bisa diakses dari stasiun bis Giwangan setiap 1 jam sekali.

  • Dari bandara Adisutjipto

Transportasi umum yang tersedia di sekitar bandara adalah bis trans Jogja lajur 1A. Naik bis 1A dari perhentian bis bandara dan turun di perhentian Prambanan. Sementara itu, alternatif lainnya adalah menggunakan taksi dan mobil sewa dengan jarak tempuh sejauh 7,6 km.

  • Kendaraan pribadi

Tempuh jalan Solo –Yogya pada km ke 16. Agar sampai ke jalan ini maka kita bisa menuju timur melalui jalan lingkar luar Yogya atau mengikuti jalan timur dari plaza Ambarukmo. Candi ini sendiri berada di tengah-tengah jalan.

sejarah candi prambanan singkat

Tiket masuk dan jam operasional wisata sejarah candi Prambanan

Dengan jam buka mulai pukul 6 pagi sampai dengan jam 5 sore kita bisa sepuasnya menyusuri kompleks candi. Untuk biaya masuknya, bagi wisatawan lokal dengan usia di bawah 6 tahun akan dikenakan biaya masuk sebesar Rp. 12.500 sementara untuk pengunjung lokal yang berusia di atas 6 tahun akan dikenakan biaya sebesar Rp. 30.000 per orang.  Wisatawan asing yang masih berusia anak-anak akan dikenakan tarif masuk sebesar USD$18 sementara wisatawan asing dewasa diwajibkan membayar sebesar USD$19.

 

Obyek wisata di sekitar wisata sejarah candi Prambanan

  • Tebing breksi

Lokasi pariwisata yang satu ini berada di desa Sambirejo, kec. Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Jarak tempuh dari Prambanan ke tebing ini adalah sekitar 20 menit dan 48 menit jika ditempuh dari Jogja. Biaya masuknyapun tidak ditetapkan melainkan seikhlasnya sementara sewa parkirnya adalah sebesar Rp. 2000 untuk sepeda motor dan Rp. 5.000 untuk mobil.

  • Spot riyadi

Hanya memerlukan waktu 49 menit dari Prambanan maka spot riyadi akan bisa ditemukan. Perbukitan yang satu ini akan menyajikan sensasi yang berbeda saat malam hari. Malam hari berada di bukit ini akan membuat kita seolah berada di tengah-tengah hamparan bukit berhiaskan kunang-kunang. Selain itu, gunung Merapi yang megah juga akan bisa dilihat dari tebing ini saat cuaca cerah. Tiket masuk lokasi gratis dan hanya tinggal membayar tiket parkir.

  • Candi Abang

Candi ini terletak di desa Jogotirto, kecamatan Berbah, sleman. Diperlukan waktu sekitar 39 menit untuk bisa mencapai candi ini dari wilayah Prambanan.  Pecinta serial film Teletubbies akan bisa menikmati pemandangan bukit yang sama seperti halnya di film saat berada di sini. Tiket masuk ke candi ini tidak dipungut biaya dan hanya dikenakan biaya parkir.

  • Candi Ijo

50 menit dari area Prambanan dan lokasi candi ijo akan bisa tercapai. Candi ini adalah candi tertinggi di daerah Jogja dan merupakan tempat terbaik untuk melihat matahari tenggelam. Masuk ke kawasan ini akan dikenakan biaya sebesar 5000 rupiah dan tiket parkir.

Selain berbagai macam lokasi wisata di sekitar Prambanan di atas, masih ada beragam pilihan lokasi wisata lainnya seperti candi Sambisari, Ratu boko dan lainnya.

2 Replies to “Sejarah Candi Prambanan, Legenda Cinta Roro Jonggrang”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *